PETISI.CO
Anshori (biru) politisi Partai Gerindra Lamongan
PARLEMEN

Politisi Gerindra Sarankan Pemkab Lamongan Ajukan Pinjaman untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan

LAMONGAN, PETISI.CO – Lambatnya pembangunan infrastruktur jalan, dan banyaknya jalan yang rusak akibat bencana banjir, membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan banyak mendapatkan sorotan masyarakat.

Menyikapi hal itu, Anshori Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra  mengungkapkan di masa pandemi covid-19 sekarang ini, hampir semua pemerintah daerah mengalami kesulitan mengerjakan program-programya, baik itu program yang terkait infrastruktur maupun lainnya.

“Tidak dipungkiri hal ini juga dialami pemerintah Kabupaten Lamongan,” kata Anshori.

Menurutnya ada dua hal yang menjadi penyebabnya, yaitu tidak maksimalnya pendapatan Pemkab Lamongan karena dampak  covid-19 dan adanya refocusing APBD Kab. Lamongan.

Lebih lanjut politisi Asal desa keben kecamatan Turi ini mengatakan, untuk menyelesaikan infrastruktur jalan yang belum selesai dan yang mengalami kerusakan akibat banjir, yang kalau hanya mengandalkan dari APBD 2021 sebesar 2,9 trilyun tentu ini akan kesulitan.

Baca Juga :  DPRD Lahat Gelar Rapat Paripurna Membahas LKPJ Bupati

Apalagi ada refocusing APBD  tentu persoalan infrastruktur tidak akan pernah tertangani dengan baik karena minimnya anggaran.

Oleh karena itu, Anshori Wakil Ketua  DPC Gerindra ini menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengajukan pinjaman melalu skema program penanggulangan ekonomi nasional pada PT.SMI (Sarana Multi Infrastruktur).

Sebagaimana kita ketahui bahwa PT SMI merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur, yang diharapkan menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk mendukung skema kerjasama pemerintah dan badan usaha.

Baca Juga :  Ribuan Rumah di Kabupaten Lamongan Terendam Banjir

Kalau tanpa ada pinjaman, maka persoalan infrastruktur jalan tidak akan bisa terselesaikan dengan baik. “Terkait besaran pinjamannya, kami menyarankan Rp 300 Milyar dan dikhususkan untuk infrastruktur jalan dan irigasi,” ujarnya.

Selain itu Anshori yang juga Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan itu juga menyarankan agar Pemkab Lamongan segera membuat kajian terkait pengajuan pinjaman ini.

Apakah itu terkait jumlah pinjaman, kekuatan APBD kita untuk pembayaran anggsurannya ke depan, peruntukan pinjaman  maupun skala prioritas lokasi-lokasi yang akan di bangun.

Tentu pihaknya dari Fraksi Gerindra akan mendukung penuh langkah Bupati Yuhronur Efendi, apabila Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan pinjaman ke PT SMI.

Baca Juga :  Tiga Pilar Kabupaten Lamongan Salurkan Kebutuhan Warga Terdampak PPKM Darurat

“Karena pinjaman ini akan membawa dampak baik pada masyarakat Lamongan maupun perkembangan ekonomi Lamongan ke depan,” imbuh Anshori.

Anshori juga menyampaikan sejarah beberapa tahun terakhir, kalau pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan pinjaman bukanlah sesuatu yang baru.

Seperti halnya pada masa awal Bupati H. Fadeli menjabat Bupati, Pemkab juga melakukan pinjaman ketika APBD Lamongan mengalami defisit.

Jadi dalam kacamata kita, ini bukan sesuatu yang tabu, apalagi pemerintah daerah lain juga sudah banyak yang telah mengajukan pinjaman.

“Salah satunya yakni Kabupaten Ponorogo yang pada tahun 2020 telah terealisasi pinjamannya dari PT SMI sebesar 200 Milyar,” pungkasnya.(ak)

terkait

Fraksi PDI-P: Usulan Kami Pemangkasan Biaya Kunker Ternyata Ditolak Fraksi Lain

redaksi

Boyong Yusril ke Ponpes Sidogiri, La Nyalla dan PBB Didoakan Lolos ke Senayan

redaksi

Walikota Hadiri Pelantikan Tiga Pimpinan DPRD Kota Batu

redaksi