Sering Makan Korban, Warga Banjar Sugihan Swadaya Perbaiki Jalan

oleh -241 Dilihat
oleh
Sering terjadi motor selip, warga swadaya perbaiki jalan di Banjar Sugihan
-->

Berharap Pemkot Surabaya Turun Tangan

SURABAYA, PETISI.CO – Kondisi Jalan di wilayah Kelurahan Banjar Sugihan, Tandes, khususnya di  depan Ruko Galing,  terjadi kerusakan, mengakibatkan banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas, terutama kendaraan roda dua.

Kondisi ini membuat warga sekitar bergerak hatinya untuk menambal jalan menggunakan bahan seadanya. Kamis (13/07/2023) sekitar pukul 01.00, warga setempat, diantaranya Su’ud Effendi, Mohamad Soleh dan Haryono secara swadaya menutup jalan rusak itu dengan adonan semen, pasir dan batako.

Pantauan di lokasi, jalan Banjar Sugihan, di depan Ruko Galing, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, tepatnya sebelum pintu gerbang SMP 26 Surabaya, terdapat kerusakan memanjang di tengah-tengah badan jalan.

Pemerintah Kota Surabaya pun belum ada perhatian, hingga membuat warga sekitar, khususnya yang punya usaha di ruko Galing swadaya melakukan perbaikan dengan menutup menggunakan bahan seadanya.

Su’ud Effendi, warga ruko Galing yang berprofesi sebagai pengerajin bekleed mengatakan, hampir setiap hari, terutama di pagi dan sore, terjadi kecelakaan sepeda motor di depan stan yang ditempati sebagai tempat usaha bekleed.

“Kecelakaan terjadi  akibat kondisi jalan yang terbuat dari cor terdapat lubang memanjang yang hampir 3 meter dengan kedalaman 15 cm, sehingga bisa membuat sepeda motor selip, terjatuh hingga beberapa meter,” terang Suud Effendi yang juga tokoh agama.

Menurut Suud Effendi, warga di ruko Galing  sebenarnya sudah tiga kali menambal lubang jalan dengan membuat adukan semen pasir dan paving. “Sayangnya tidak bertahan lama, paling seminggu, setelah itu rusak lagi,” ujar Su’ud Effendi.

Penambalan jalan dilakukan oleh warga sendiri, kata Suud Effendy,   karena menunggu ada perbaikan dari Pemerintah Kota  prosesnya lama. “Minimal apa yang dilakukan warga dengan menambal bisa mengurangi resiko terjebak lubang dan menyelamatkan para pengendara motor, semoga tidak ada korban lagi,” imbuh Su’ud Effendi.

Kerusakan jalan sebenarnya tidak begitu parah, bahkan tidak berpengaruh bagi kendaraan roda 4 atau lebih. “Namun untuk kendaraan roda dua akan menjadi ranjau yang sangat berbahaya, dan mengakibatkan luka ringan maupun berat,” kata Mohamad Soleh, warga lainnya.

Menurut Mohamad Soleh, empat bulan lalu  dirinya juga mengalami kecelakaan di lokasi  itu, hingga pergelangan kakinya cidera. Untuk itulah, dia berharap tidak ada lagi korban berikutnya. “Selama ini juga sering ibu-ibu terjatuh,” ujar  pemilik usaha bengkel kontruksi baja  ini

Mohamad Soleh juga menyayangkan, mengapa selama ini belum ada perbaikan jalan yang menjadi ranjau pengendara roda dua ini. “Seakan-akan masalah ini tidak ada perhatian sama sekali,” ungkapnya.

Dia berhartap, jajaran yang berwenang,  utamanya Pemerintah Kota Surabaya, segera memperbaiki jalan yang rusak, karena sebentar lagi anak-anak mulai masuk sekolah. “Semoga ada perhatian dari Pemkot Surabaya, kasihan nanti ibu-ibu yang mengantar anaknya ke sekolah,” tambahnya.(joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.