SIGenDiS Ubah Gedung Diklat Terbengkalai di Prigen Jadi Sumber PAD Baru Surabaya

oleh
oleh
Gedung Diklat milik Pemkot Surabaya di Prigen, Pasuruan

Pasuruan, petisi.co – Gedung Diklat milik Pemkot Surabaya di Prigen, Pasuruan, yang dulunya terbengkalai, kini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru berkat inovasi digital bernama SIGenDiS (Sistem Informasi Gedung Diklat Surabaya).

Kepala BPKAD Surabaya, Wiwik Widayati, menjelaskan bahwa ide ini muncul pada awal 2022 ketika kondisi Gedung Diklat Prigen sangat memprihatinkan. Kemudian, Gedung Diklat Prigen diusulkan menjadi objek retribusi daerah melalui Perda Nomor 7 Tahun 2023 dan Perwali Nomor 43 Tahun 2024. Sejak Januari 2025, gedung ini resmi beroperasi sebagai penyumbang PAD.

“Awalnya Gedung yang megah itu kotor, kumuh, dan nyaris tidak menghasilkan apa pun bagi Surabaya, sekarang menjadi penyumbang PAD,” ungkap Wiwik, saat Workshop Wartawan Surabaya, Sabtu, (23/8/2025).

SIGenDiS, aplikasi digital mirip Traveloka, memudahkan masyarakat menyewa gedung secara online. Aplikasi ini transparan, dilengkapi fitur proyeksi pendapatan, dan telah terdaftar HAKI.

“Melalui SIGenDiS, masyarakat bisa langsung melihat jadwal pemakaian, memilih kamar, melakukan simulasi biaya, hingga membayar secara online. Semua transaksi masuk langsung ke RKUD dan dapat dipantau secara real time,” tutur Wiwik.

Selain disewakan, Gedung Diklat Prigen juga digunakan untuk program Lokakarya Penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) bagi ASN. Hingga Agustus 2025, kontribusi PAD dari Gedung Diklat Prigen telah mencapai Rp100,32 juta.

“Dengan begitu, selain pegawai mendapatkan peningkatan kompetensi, Surabaya juga memperoleh tambahan PAD. Jadi manfaatnya ganda,” jelas Wiwik.

Ke depan, Pemkot Surabaya menargetkan Gedung Diklat Prigen berkembang menjadi UPT BPSDM pada 2026 dan menjadi training and learning center bagi ASN maupun publik.

“Harapan kami, inovasi ini bisa terus dikembangkan dan memberi manfaat yang lebih besar bagi Surabaya. Gedung Diklat Prigen harus menjadi contoh bagaimana aset daerah bisa produktif sekaligus transparan,” pungkas Wiwik. (joe/dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.