PETISI.CO
Penerapan Hari Pertama PPKM Di Kota Surabaya, Senin (11/1/2021).
PEMERINTAHAN

Wacana PPKM Diperpanjang, Pemkot Surabaya Mengaku Siap Secara Teknis

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Pusat berencana melakukan perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Bali, guna menekan laju penyebaran COVID-19.

Sebagaimana yang diketahui, Kota Surabaya yang tergabung di dalam Surabaya Raya masuk ke dalam radar penerapan PPKM pada tanggal 11-25 Januari mendatang.

Menanggapi hal itu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, jika memang perpanjang PPKM benar-benar dilaksanakan, maka pihaknya sudah siap secara teknis pelaksanaan.

Namun, pihaknya juga akan melakukan pemantauan terhadap efek dari diberlakukannya PPKM ini Kota Surabaya.

Baca Juga :  Wali Kota Mojokerto Lantik 13 Pejabat Sesuai Protokol Kesehatan  

Whisnu menyebut jika Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo akan diperkuat guna fokus melakukan pemantauan di setiap wilayah perkampungan. Termasuk dengan mendirikan dapur umum, sehingga para warga terdampak bisa memperoleh pasokan bantuan logistik atau bantuan non tunai lainnya.

“Jika ada perpanjang maka kita secara teknis sudah siap, cuman efek dari PPKM ini harus kita pantau, kita masifkan data, nanti bantuannya seperti apa,” kata Whisnu, pada Kamis (21/01/2021).

Lebih lanjut, pihaknya akan berupaya melakukan perhitungan cepat terkait data warga untuk mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  PT JNKK Berikan Solusi Pasang Sandpack di Tol Ngawi-Kertosono
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

“Kalau memang itu diperpanjang maka harus kita hitung lebih cepat,” jelasnya.

Kemudian langkah lainnya yaitu menjalin koordinasi dengan pihak pengelola pusat perbelanjaan yang harus mengakhiri jam operasional tepat pada pukul 20.00 WIB.

Di sisi lain, pengawasan bakal dilakukan guna mengantisipasi tidak ada pegawai yang dirumahkan selama masa PPKM ke dua nanti.

“Meski tidak ada keluhan atau laporan dari pengusaha selama PPKM, tapi karyawan sampai dirumahkan. Nanti dampak ekonomi akan terasa. Khususnya pusat perbelanjaan. Ada 38 di Surabaya,” urainya.(nan)

terkait

Bupati dan Ketua TP PKK Kabupeten Mojokerto Gelar Apel Seluruh ASN

redaksi

Sambut ‘Tamu’ Tahun Baru, Satpol PP Kota Madiun Razia Pedagang Kaki Lima

redaksi

Bupati Musi Rawas Audensi dengan Menteri Pertanian

redaksi
Open

Close