PETISI.CO
Sidang perkara sabu-sabu di Pengadilan Negeri Surabaya.
HUKUM

Jualan Sabu, Pemuda Kandangan Kena 7 Tahun Penjara

SURABAYA, PETISI.COTerbukti mengedarkan sabu-sabu paket hemat, Fernando Susanto (19), dihukum tujuh tahun penjara. Denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Sebelumnya, pemuda asal Klakahrejo II Kandangan itu oleh Jaksa Diah Ratri Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, dituntut delapan tahun penjara. Denda Rp 1 miliar subsidair satu tahun kurungan.

Vonis hukuman lebih ringan setahun itu dijatuhkan majelis hakim diketuai I Gusti Ngurah Partho Bargawa. Di ruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/12/2020).

Terdakwa Fernando melalui penasihat hukumnya, Fardiansya dan Donny Ronaldo Tungkiman, mengajukan pembelaan.

Baca Juga :  Berdua Garong Rp 2,2 M, Hanya Satu yang Jadi Terdakwa

Intinya memohon keringanan hukuman. Karena fakta yang terungkap di persidangan, ada kesesuaian antara keterangan saksi-saksi dan pengakuan terdakwa. Serta didukung barang bukti yang ada.

“Karena terdakwa masih muda, sopan dan mengakui terus terang, serta berjanji tak mengulangi lagi, maka kami memohon majelis hakim menghukum seringan-ringannya,” kata Fardiansyah dari LBH LACAK, dalam pembelaanya.

Fernando ditangkap anggota kepolisian, Moch Havid dan Husni Armansyah di rumahnya, pada 20 Juli 2020 sekitar pukul 06.30.

Dia tidak bisa berkelit saat petugas menemukan sabu sebanyak 12 plastik klip. Masing masing berisi 0,42 gram, dengan berat kotor 0,553 gram. Kedua saksi polisi yang menggeledah juga menemukan timbangan.

Baca Juga :  Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo Amankan Satpam Pengedar Sabu

Barang bukti itu diakui dibeli dari Bahar (buron), pada 13 Juli 2020. Fernando disuruh mengambil barang yang dipesannya (2 gram sabu), sudah diletakkan di tempat sampah depan Giant Aloha Sidoarjo.

Sore menjelang petang, Fernando mentransfer uang pembelian ke rekening BCA atas nama Kusmiati. Saat itu pula dia menyuruh Amy (buron), untuk mengambil barang pesannya.

Setelah barang diambil, Amy langsung menyerahkan kepada Fernando di rumahnya. Sabu 2 gram itupun dikemas menjadi 24 poket hemat. Beratnya masing masing poket 0,42 gram.

Baca Juga :  Sudah Beroperasi, Samadi Guest House Diduga Kuat tak Berizin

Amy membawa 10 poket untuk dijual dengan harga Rp 200 ribu per poket. Sisanya, 14 poket dibawa Fernando untuk dijual ke pelanggannya.

Pada 16 Juli 2020, dinihari sekitar pukul 01.00, Fernando menjual dua poket di Jalan Alas Malang. Namun apes, setelah itu ditangkap polisi, dengan barang bukti sabu 12 poket.

Atas perbuatannya ini, hakim sepakat dengan tuntutan jaksa, bahwa Fernando terbukti bersalah. Melanggar pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (pri)

terkait

Tusuk Petugas, 12 Napi Lapas Muaro Sijunjung Kabur

redaksi

Lanjutan Kasus MKP, KPK Kembali Sita Dua Mobil HIMPAUDI

redaksi

Hukum Pidana Laiknya Pedang Bermata Dua

redaksi
Open

Close