Pasar Tradisional di Kota Surabaya Minim Pelanggaran Prokes

oleh -287 Dilihat
oleh
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana

SURABAYA, PETISI.CO – Kedisiplinan protokol kesehatan atau prokes di pasar tradisional di Kota Surabaya terbilang tinggi. Bahkan, tak ditemukan peningkatan pelanggaran di kawasan yang terbilang rutin menjadi jujukan warga.

“Pasar lumayan tertib. Enggak ada peningkatan pelanggaran,” kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Jumat (22/1/2021).

Justru kata Whisnu, tingkat pelanggaran prokes mayoritas malah sering ditemukan di warung-warung kopi.

“Segi yang paling bandel, kerumunan dan nggak pakai masker. Warkop dekat kampung itu gudang kena razia,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto, berdasarkan hasil evaluasi temuan pelanggaran prokes di pasar tradisional per harinya diperkirakan berjumlah 4 hingga 5  kasus.

“Patuh maskernya di pasar itu justru tinggi. Jadi total itu satu hati 31 kecamatan cuma dapat sekitar 151. Artinya, kalau kita rata-rata 30 itu cuma 3 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, faktor minimnya pelanggaran di pasar tradisional ini dikarenakan masyarakat sudah menyadari jika di kawasan tersebut identik dengan keramaian.

“Jadi mereka masker nomor satu. Justru di tempat-tempat selain pasar itu pelanggarnya banyak,” pungkasnya. (nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.