Petisi
Walikota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko memberikan tali asih kepada Pokja Peningkatan Status Kota Batu, diwakili Andrek Prana, mantan Ketua Pokja, sekaligus didampingi Sekda Kota Batu, Zadim Effisiensi.
PEMERINTAHAN

Pemkot Batu Beri Tali Asih kepada Pokja Peningkatan Status Kota Batu

BATU, PETISI.CO – Pokja Peningkatan Status Kota Batu, menerima tali asih dari Pemerintah Kota Batu. Pemberian tali asih tersebut, dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Pokja, diantaranya Andrek Prana, Nur Sufiah (istri alm. Bpk. Yasan) dan Naseh Lukman, oleh Walikota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko.

Dalam kesempatan itu, juga didampingi Sekda Kota Batu, Zadiem Effisiensi, di ruang rapat utama gedung A Lt.5, Balaikota Among Tani, Kota Batu, Rabu (12/12/2018).

Hadir dalam acara ini, Sekda beserta jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Batu serta bapak/ibu anggota Pokja Peningkatan status  Kota Batu.

Walikota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kami mohon maaf  pemberian tali asih ini yang masih bisa dilakukan oleh Pemkot Batu.

“Akan tetapi yang paling utama adalah silaturahmi, dan masukan masukan dari bapak ibu yang baik, dan membangun kepada pemerintah. Bisa melakukan hal-hal yang membuat keinginan, bapak ibu berdampak positif, dan terlaksana demi kemajuan pembangunan Kota Batu yang kita cintai bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Andrek Prana, Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu saat dikonfirmasi juga menyatakan, ia sependapat dengan program Pemkot Batu, yang digagas oleh Walikota.

“Dengan adanya program Walikota, Desa Berdaya Kota Berjaya, maka akan berkesinambungan bagi masyarakat Kota Batu. Artinya, desa maupun kelurahan yang ada di Kota Batu, harus diprioritaskan. Walikota harus percaya, dengan memberikan modal kepada masyarakat kecil untuk mengembangkan usahanya,” jelas mantan anggota DPRD Kota Batu ini, sembari tersenyum.

Anggota Pokja Peningkatan Status Kota Batu pose bersama Wali Kota Batu. Hj. Dewanti Rumpoko.

Dia tandaskan, perkembangan pariwisata di Kota Batu saat ini sudah meningkat. Sehingga masyarakat harus mendapatkan dampak yang positif, mereka dapat merasakan, dan menikmati hasilnya.

“Namun masih disayangkan, masyarakat terbentur dengan anggaran dana. Maka melalui UMKM lah masyarakat Kota Batu dapat bangkit, dan wisatawan banyak pilihan. Dicontohkan, warga Kauman yang letaknya dekat dengan Alun-alun Kota Batu, mereka bisa membuat home industri celana jeans untuk mendatangkan wisatawan,” tandas mantan wartawan senior ini, kepada Petisi.co.

Waktu yang sama, mantan Koordinator Pokja Peningkatan Status Kota Batu, Yani Handoko, juga menambahkan, seharusnya di Kota Batu harus memiliki Perda Budaya, dan Perda Rekayasa Lalu Lintas.

Alasanya, Perda Budaya tersebut sangat luas, artinya untuk melindungi semua pihak di Kota Batu, karena itu aturan. Kenapa harus ada Perda Budaya, karena tata ruang harus detail, dicontohkan di areal perlindungan, konservasi, dan lain-lain.

“Kota Batu juga harus memiliki Perda Rekayasa Lalu Lintas melalui usulan, yang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan.  Karena wisatawan yang datang ke Kota Batu, jalur satu-satunya hanya lewat jalur utama,” paparnya.

Dia  tambahkan, bagi kendaraan yang bermuatan berat, ketika masuk ke Kota Batu harus menggunakan jam-jam tertentu. Atau minimal Kota Batu, harus membuka rest area untuk bongkar muat barang-barang berat.

“Dengan adanya Perda Lalu Lintas, dapat menambah pekerja bagi masyarakat Kota Batu, dengan bongkar muat barang, dengan menggunakan mobil kecil. Yang terpenting, ketika mobil berat masuk Kota Batu, sudah diminimalisir resiko kecelakaan, semisal rem blong dan sebagainya,” pungkasnya.(eka)

 

terkait

Bupati Faida Bersholawat Bersama Ribuan Anak Yatim

redaksi

Dinkes Kabupaten Mojokerto Siapkan 7 Posko

redaksi

Gubernur Hadiri Puncak Hari Jadi Gowa Ke-699

redaksi