Waterfront adalah daerah pelabuhan. Banyak anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan dari berbagai negara singgah di Waterfront Cape Town. Rata-rata sekitar 2.000 – 3.000 ABK singgah di pelabuhan ini.
Sejak tahun 2018 Pemerintah RI membentuk Rumah Singgah ABK di Cape Town untuk memberikan bantuan, misalnya pembekalan life skills dan perlindungan yang optimal kepada para ABK.
Tudi melihat satu kapal bertuliskan “Voetboeg.” Ini adalah kapal yang membawa Syeikh Yusuf ulama dari Makasar ke Tanjung Harapan pada 27 Juni 1693. Syeikh Yusuf merupakan pembawa syiar Islam pertama di Afrika Selatan (Afsel).
Sekilas tentang Cape Town
Cape Town didirikan oleh Belanda pada 1652, sebagai tempat persinggahan, pembekalan dan refreshment dalam perjalanan rute Belanda ke Hindia Belanda atau Indonesia.
Belanda menguasai Cape Town dan sekitarnya sejak 1652-1808. Pada tahun 1795 Inggris menyerang Belanda. Meletuslah War of Muizenberg. Belanda kalah dan menyerahkan kekuasaan atas Cape Town kepada Inggris pada 1808.
Cape Town adalah ibu kota legislatif Afsel, pusat ekonomi dan administratif propinsi Western Cape dan pusat perekonomian terbesar ketiga Afrika.

Keberadaan Masyarakat Cape Malay Keturunan Indonesia
Cape Town dihuni oleh 4.890.000, penduduk, terdiri dari 42.4% kulit berwarna, 38.6% Afrika dan 15.7% keturunan Eropa.
Kulit berwarna ini banyak berasal dari Cape Malay, yang sebagian besar merupakan keturunan dari ulama-ulama nusantara (Indonesia). Jumlah Cape Malay saat ini mencapai lebih dari 330.000 orang.
Keberadaan mereka yang cukup signifikan, dapat menjadi jembatan yang mendekatkan Indonesia dengan Afsel.

KJRI Cape Town berupaya merangkul erat masyarakat Cape Malay melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat Indonesia pada 14 Oktober 2023.
Pasar Rakyat pertama dibanjiri pengunjung. Ini juga tidak lepas dari upaya promosi KJRI antara lain melalui wawancara di radio, seperti Smile FM dan Voice of the Cape serta pemasangan flyers di berbagai titik.
Tercatat 4.695 pengunjung hadir. Mereka dihibur dengan aneka pertunjukan seni budaya, seperti tari-tarian daerah dan penyanyi ibu kota Harry dan Rara. Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tanah air dan berbelanja aneka produk Indonesia.(bersambung)







